Kalau Muncul Tanda-tanda Seperti Di Bawah ini, Anak Anda Berpotensi Jenius Seperti Habibie

21.48 by
Setiap orangtua tentu ingin melihat ankanya tumbuh cerdas. Baik itu akademik maupun pertasi non akademik. Berbagai upaya dilakukan sejak dini agar sang buah hati memiliki tampil menonjol dan memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mulai dari memberi asupan gizi yang cukup dengan teratur dan suplemen vitamin. Tak jarang juga sejak dini anak-anak diberi latihan fisik seperti belajar berjalan (tentu), olahraga ringan seperti berenang dan bersepeda.

Dan yang tak pernah lupa adalah mengajarkan sang anak membaca buku. Persiapan seperti ini tentu dengan tujuan jelas, agar sang anak tumbuh menjadi orang yang berhasil. Contoh saja seperti mantan Presiden RI ke-3, BJ Habibie yang sukses menempuh pendidikan hingga ke Jerman.

Melansir sebuah artikel dari laman The Sun (2/1/2016) yang ditulis oleh Ruth Harrison, ada tanda-tanda yang harus diperhatikan pada anak sejak lahir hingga usia 10 tahun jika memang benar sang anak adalah sosok yang jenius sejak lahir.
Anak Jenius
lustrasi. (foto: 4muda.com)
Anak yang baru lahir dengan bobot lebih disinyalir memiliki kecerdasan yang tinggi. Sebuah studi dari British Medical Journal melibatkan 3 ribu anak bayi menemukan bayi dengan berat badan ekstra memiliki kecerdasan yang tak biasa. Alasannya karena bayi tersebut memiliki cukup gizi.

Usia 1-2 tahun: memiliki kemampuan berbahasa lebih dari satu
Selain bahasa Indonesia, apakah sang anak sudah bisa berbicara bahasa Inggris, Mandarin, atau Perancis? Satu hal mudah untuk membuat mereka dapat mengerti bahasa baru adalah dengan mengajak mereka berbicara. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang tertuang dalam jurnal pengembangan anak.

Usia 3 tahun: memiliki tinggi badan lebih dari teman sebayanya
Anak dengan tinggi badan yang melebihi teman sebayanya sangat ahli dalam berbagai hal. Hasil riset dari National Bureau of Economic mengungkapkan, "Ketika anak berusia 3 tahun, sebelum sekolah mereka sudah bisa menemukan perannya melalui masa kecilnya, untuk itu anak-anak berukuran tinggi ini memiliki hasil yang lebih baik dalam tes kognitif.

Usia 4 tahun: dapat melukis seseorang 
Anak berusia 4 tahun yang mampu menggambar orang dengan gaya realistis memiliki nilai seni yang lebih. Ini disinyalir mereka memiliki kemampuan intelektual lebih baik dari teman-teman sebayanya. Sebuah riset dari King’s College London melibatkan 15 ribu gambar hasil karya anak-anak berusia 4 tahun. Hasilnya, mereka yang mampu menggambar mata dapat menyelesaikan tes IQ dengan lebih baik.

Usia 5 tahun: berbohong
Di beberapa kesempatan berbohong bisa menjadi hal yang baik. Sebuah peneliti asal Kanada melakukan penelitian terhadap 1200 anak dengan rentan usia 2 hingga 17 tahun menemukan mereka yang sudah pandai berbohong sejak kecil memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Seorang pakar dari Institute of Child Study di Toronto University mengungkapkan alasannya. Hal ini dikarenakan terdapat proses yang cukup kompleks dalam membayangkan sebuah dongeng, digunakan sebagai indikator terhadap IQ anak-anak.

Usia 6 tahun: bermain musik
Mengajak sang anak bermain musik di usia ini dapat meningkatkan kualitas intelektual mereka. Hal ini diperkuat dengan hasil studi dari University of Vermont College of Medicine yang melakukan scan otak pada 232 anak dalam kondisi sehat di usia 6-18 tahun. Ditemukan beberapa anak yang mahir bermain sejak usia ini dapat mengatasi rasa cemas dan emosi dengan baik.

Usia 7 tahun: gemar membaca 
Suka membaca sejak usia dini dapat menjadi indikator untuk mengukur kecerdasan sang anak. Saat dewasa nanti, mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata dibanding teman sebayanya. Terlebih mereka yang suka membaca novel, hasil tes IQ yang diperoleh akan sama dengan para remaja yang berusia lebih tua, merujuk pada hasil studi dari University of Edinburgh dan King's College London di tahun 2014.

Usia 8 tahun Usia 8 tahun: suka terlambat
Ini mungkin akan membuatnya tampak tidak disiplin. Namun berdasarkan sebuah penelitian dari Londson School of Economics, anak-anak cerdas lebih suka terlambat dan kebiasaan tersebut muncul di usia dini. "Anak-anak yanng cerdas cenderung tumbuh sebagai nocturnal saat dewasa, tidur terlambat dan bangun kesiangan di hari-hari biasa dan akhir pekan," ungkap sebuah studi.

Usia 9 tahun: sarapan sehat
Sarapan sangat penting untuk energi di pag hari. Dan ketika anak-anak diberi asupan yang sehat, ini dapat menjadi tambahan baik untuk mendukung kecerdasannya.

Usia 10 tahun: suka berbicara hal baik
Ketika menginjak usia 10 tahun, mereka lebih suka berbicara hal-hal baik dan memiliki peraturan sendiri ketika bermain bersama teman sebayanya. (TribunStyle.com/Cecylia Rura Patulak).

0 komentar:

Posting Komentar